Menurut kantor berita Ahl al-Bayt (AS) - ABNA ,Menurut Russia Today hari Senin (24/1/2022), Al-Halabi kepada radio Sputnik mengungkapkan bahwa intelijen AS telah mengorganisir serangan teroris Daesh ke penjara al-Sanaa di Hasakah demi menjustifikasi kehadiran pasukan AS di daerah tersebut.
"Bentrokan terjadi di Hasakah pada Minggu pagi, tetapi sejumlah besar pasukan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) tewas dalam bentrokan tersebut," ujar anggota parlemen Suriah ini.
Ia juga meminta Pasukan Demokratik Suriah meninggalkan AS yang mengkhianatinya dari belakang, dengan mendukung Daesh secara diam-diam.
Al-Halabi menerangkan bahwa Amerika Serikat saat ini berupaya mewujudkan plot peta baru Timur Tengah untuk membagi kawasan, terutama wilayah utara Suriah.
Serangan Kamis lalu oleh elemen-elemen Daesh ke sebuah penjara di provinsi Hasakah adalah salah satu serangan paling mematikan dan terbesar yang dilakukan kelompok teroris itu sejak kalah perang di Suriah.
Bentrokan antara milisi teroris Daesh dan pasukan Kurdi Suriah terus berlanjut. Tapi beberapa laporan mengungkapkan pasukan Kurdi Suriah mengambil kendali penuh atas penjara Hasakah.
Sejak awal penyerangan dilancarkan Daesh ke penjara Hasakah, sebanyak 120 orang tewas.
Pada 2017, sebagian besar kelompok teroris Daesh berhasil ditumpas setelah empat tahun operasi teroris besar-besaran di Suriah dan Irak. Tetapi sisa-sisa dari teroris Daesh masih melakukan operasi terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Suriah dan Irak.(PH)
342/